asri10

Asset Lokal Rumah Kita jaga dan diperdayakan

Puisi Hewan Rumah_Kita

Puisi Hewan Rumah_Kita adalah sebuah gambaran tentang keberadaan hewan di Area Kecamatan Kapuas Timur yang dinyatakan dalam gubahan-gubahan Puisi.

Puisi hewan ini bertujuan untuk memberi spirit kepada pembacanya untuk lebih mencintai hewan-hewan disekitar tempat tinggalnya masing-masing supaya hewan tersebut berkembang biak secara alami jauh dari kelangkaan dan kepunahan.

perhatikan Puisi hewan Rumah_Kita.

beruang maduBeruang Madu

Malang nasibmu si Beruang Madu

teringat sahabatmu waktu dulu

diiris kulit… dicabut kuku
apa kesalahanya.
inikah sebabnya …. hilangnya di rimba Rumah_Kita
hingga kau menjadi langka atau tiada
maafkan dosa wargaku
bodoh istilah ekosistem
buta istilah pupulasi
tuli dalam beradaptasi
apa kau lari bersembunyi atau mati
andai si Beruang
masih ada di Rumah_Kita
akan kutangkap dia
hingga mendapatkan suaka
ditempat merdeka suaka margasatwa
kulakukan ini untuk mencegah dosa warga
aku merindukanmu si Beruang Madu
kubuka Internit cari Photomu
cuma ingin melepas rindu
bila teringat nasibmu
berlinang air mataku.

bekantan jantanBekantan.

Bekantan namamu

bagus rupamu.. mancung hidungmu
kenapa harus menjadi pemalu
nyaring suaramu… keatakutan lawanmu
walaupun sedikit kelompokmu
anakmu sedikit apakah kurang napsu begini dan begitu
berangkali program keluarga berancana sukses dinegerimu
Bekantan berkata aku young borneo
sedikit keturunanku bukan karena kurang napsu
wargamu  penyebab semua kelangkaan ini
kami hidup dirimba belantara
tapi hukum rimba belantara yang sebenarnya
ada pada warga anda
kami disiksa… kami dipenjara … kami hampir punah
rumah kami amblas digilas gergaji… tak peduli HAM
Eh… Salah. yang betul HAH .. Hak Azazasi Hewan
cubit kulitmu hingga kau sakit
begitu juga diriku terasa sakit
bakar rumahmu hingga kau sedih
begitu juga diriku terasa sedih
kematian anakmu terasa perih
begitu juga diriku lebih perih
Hai wargaku
Dunia ini bukan milikmu.. bukan pula milikku
dosa apa bekantan…  hingga kau tega
hilangkan nyawa tak berdosa
bekantan punya naluri
mengapa kita yang berakal budi tidak peduli

Penulis: asri10

Kepala Sekolah SDN 4 Anjir Mambulau Timur KECAMATAN KAPUAS TIMUR

Komentar ditutup.